Mengapa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memerlukan Pengukuran

Pengukuran merupakan kegiatan sederhana, tetapi sangat penting dalam kehidupan kita. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain sejenis yang dipergunakan sebagai satuannya. Misalnya, Anda mengukur panjang buku dengan mistar, artinya Anda membandingkan panjang buku tersebut dengan satuan-satuan panjang yang ada di mistar, yaitu milimeter atau centimeter, sehingga diperoleh hasil pengukuran, panjang buku adalah 210 mm atau 21 cm.

Fisika merupakan ilmu yang memahami segala sesuatu tentang gejala alam melalui pengamatan atau observasi dan memperoleh kebenarannya secara empiris melalui panca indera. Karena itu, pengukuran merupakan bagian yang sangat penting dalam proses membangun konsep-konsep fisika.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengukuran, pertama masalah ketelitian (presisi) dan kedua masalah ketepatan (akurasi). Presisi menyatakan derajat kepastian hasil suatu pengukuran, sedangkan akurasi menunjukkan seberapa tepat hasil pengukuran mendekati nilai yang sebenarnya.

Presisi bergantung pada alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Umumnya, semakin kecil pembagian skala suatu alat semakin presisi hasil pengukuran alat tersebut. Mistar umumnya memiliki skala terkecil 1 mm, sedangkan jangka sorong mencapai 0,1 mm atau 0,05 mm, maka pengukuran menggunakan jangka sorong akan memberikan hasil yang lebih presisi dibandingkan menggunakan mistar.

Meskipun memungkinkan untuk mengupayakan kepresisian pengukuran dengan memilih alat ukur tertentu, tetapi tidak mungkin menghasilkan pengukuran yang tepat (akurasi) secara mutlak. Keakurasian pengukuran harus dicek dengan cara membandingkan terhadap nilai standar yang ditetapkan. Keakurasian alat ukur juga harus dicek secara periodik dengan metode the two-point calibration. Pertama, apakah alat ukur sudah menunjuk nol sebelum digunakan? Kedua, apakah alat ukur memberikan pembacaan ukuran yang benar ketika digunakan untuk mengukur sesuatu yang standar?




Thanks for all From UNESA. To Mr Nasir DKK

Kunci Jawaban SNM-PTN 2008

Kemarin (2 juli 2008) Adalah pelasanaan SNMPTN 2008 yang dilaksanakan diberbagai tempat di Indonesia. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2008 memperebutkan kursi di universiutas negeri. Lebih dari 390 ribu calon Mahasiswa menjalani 2 hari tes yang berlansung 2 dan 3 juli 2008.

Antusiasme Calon mahasiswa untuk mengikuti SNMPTN masis sangat banyak. Dari jumlah yang tercatat (390 ribu calon) Pihak Universitas hanya mampu menampung 23% atau sekitar 89 ribu peserta saja

Pada hari pertama setelah peserta tes hari pertama keluar pada jam 10.30 saya sempat mendapatkan soal dan saya copy. Dari beberapa teman saya mendapatkan beberapa jawabannya.


Kode Soal 311
Bahasa Indonesia :

No 26 Jawaban E
Jelas

No 27 Jawaban B
Indikator = sesuatu yang memberikan petunjuk/keterangan

No 28 jawaban B
istilah yang mengambil bacaan tersebut merupakan jenis ironi karena memiliki makna kejadian yang bertentangan dengan harapan atau bertentangan dengan seharusnya terjadi

No 29 Jawaban B
Analogi paragraf tersebut "otak manusia dianalogikan dengan pisau"

No 30 Jawaban C
paragraf tersebut sesuai jika kalimat 10 dihilangkan

No 31 Jawaban A
kalimat intinya adalah Jumlah pasien usia remaja mendominasi

No 32 Jawaban A
Visi = Pandangan kedepan

No 33 Jawaban C
Instrumen pada kalimat tersebut sama dengan sarana penelitian untuk pengumpulan data

No 34 Jawaban B
diskuilibrium = ketidak seimbangan

No 35 Jawaban A
Kalimat tersebut tidak mempunyai subyek

No 36 Jawaban C
disaster = bencana

No 37 Jawaban E
inti kalimatnya adalah "Benazir Bhuto menyebabkan kerusuhan"

No 38 Jawaban B
Jelas

No 39 Jawaban E
Inti kalimatnya adalah " SuplemenVitamin dikonsumsi"

No 40 Jawaban B
kata "Dengan" pada kalimat tersebut membuat kalimat tidak bersubyek

No 41 Jawaban -
Masih Bingung

No 42 Jawaban A
anak kalimat yang mengikuti induk tidak memerlukan tanda koma

No 43 Jawaban -
-

No 44 Jawaban C
Jelas

No 45 Jawaban E
Otobiografi seharusnya Autobiografi

No 46 Jawaban D
kata yang baku adalah bonafide

No 47 Jawaban C
18 seharusnya delapan belas

No 48 Jawaban D
Jelas

No 49 Jawaban C
Perbaikan --> Memperbaiki
Pengaduan --> Mengadukan

No 50 Jawaban B
Jelas


DARK MATTER

Dark Matter adalah salah satu kasus misterius alam semesta. Dakr matter adalah sebutan untuk suatu materi dialam semesta yang tidak dapat dilihat dan dideteksi secara lansung. Jangankan isi dan kandungan materi bentuknya pun masih belum banyak kejelasan. Keberadan materi aneh tersebut menimbulkan spekulasi tersendiri bagi sebagian orang. Sebagian orang menganggap hal tersebut sebagai bualan dan khayalan belaka atau bahkan beberapa meyakini disanalah dimensi kekekalan berada. Benarkah Materi tersebut ada ? Dan apakah sebenarnya dark matter tersebut ?

Dark matter adalah sebutan untuk materi alam semesta yang tidak dapat dideteksi dari radiasi gelombang ataupun penyerapan radiasi yang datang ke materi tersebut. Kaberadaan "Dark Matter" dapat dibuktikan dengan adanya efek gravitasi materi-materi yang tampak seperti bintang dan galaksi. Setelah terjadinya dentuman besar (Big Bang) materi -materi alam semesta terurai menjadi bentuk yang beragam, mulai materi yang tampak galaksi, bintang, planet dan materi yang tidak tampak berupa dakr matter. Berdasarkan efek gravitasi selalu menunjukkan bahwa sebenarnya lebih banyak materi yang tak tampak daripada materi tampak. Materi tak tampak tersebut dapat menyelesaikan ketidak konsistenan dalam teori dentuman besar.

Penyelidikan dark matter bermanfaat untuk menentukan prediksi awal alam semesta dan memprediksikan akhir dari jagat raya. Saat ini di ketahu alam semesta mengembang. Sebagai buktinya adalah pergeseran merah. Banyaknya materi biasa yang terlihat tidaklah cukup untuk membuat gravitasi menghentikan pengembangan alam. Hanya materi yang tak tampak itulah penyeimbang pengembangan alam semesta. Dan bahkan pada prinsipnya jumlah dark matter dapat menyebabkan pengembangan alam semesta terhenti atau bahkan kebalikannya.